Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan apresiasi terkait penyelenggaraan Pasar Tani yang diselenggarakan Dinas Pertanian tiap hari Jumat pagi. Hal itu disampaikan bupati saat mengunjungi pelaksanaan Pasar Tani di depan pintu gerbang kantor Dinas Pertanian Grobogan, Jumat (8/2/2019).

“Semua komoditas yang ada di Pasar Tani ini merupakan jerih payah petani kita sendiri. Untuk itu, saya mendorong para pejabat, PNS dan masyarakat supaya belanja kesini dalam rangka mendukung produk lokal,” kata bupati.

Menurutnya, program Pasar Tani yang diluncurkan Dinas Pertanian Grobogan tersebut memiliki beberapa tujuan. Antara lain, untuk mengenalkan potensi pertanian lokal yang dihasilkan para petani. Khususnya, komoditas hortikultura.

Selain itu, Pasar Tani juga bertujuan untuk mempertemukan petani dengan konsumen secara langsung agar mendapatkan harga lebih murah karena rantai tataniaganya tidak panjang. Selama ini, panjangnya rantai tataniaga atau jalur distribusi berakibat pada tingginya marjin atau selisih harga antara harga beli di petani dengan harga jual produk ke konsumen.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyempatkan waktu untuk membantu menjualkan cabai merah dan bawang merah yang ada di Pasar Tani. Hasilnya, cabai sebanyak 1 ton dan 500 kilogram bawang merah habis terjual dibeli para pejabat, pimpinan BUMD dan masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, pelaksanaan Pasar Tani mulai dilangsungkan bulan Maret tahun 2018 lalu. Sejauh ini, keberadaan Pasar Tani yang dimulai jam 07.00-10.00 WIB itu sudah mendapat respon positif dari masyarakat.

“Semua barang yang ada disini merupakan hasil panen petani lokal. Pasar Tani ini terbuka untuk umum. Masyarakat bisa beli barang kesini,” katanya.

Menurut Edhie, pada Pasar Tani tersebut, harga yang dijual lebih tinggi dari harga beli dilevel petani tetapi lebih rendah dari harga dipasaran. Dengan demikian, petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan konsumen bisa menekan pengeluaran.

Sebagai gambaran, ia menerangkan, untuk komoditas sayuran terong harga beli di petani saat ini berkisar Rp 650 per biji. Sedangkan harga terong dipasaran umum bisa sampai Rp 1.500 per biji. Kalau di Pasar Tani, harga terong dijual Rp 900-1.000 per biji.

“Hal ini jelas menguntungkan konsumen karena dapat lebih murah. Disisi lain, petani juga lebih untung karena menjual lebih tinggi dibanding menjual ke pengepul. Untuk komoditas lainnya juga diberlakukan seperti itu,” terangnya.