Acara kirab boyong grobog yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-293 Kabupaten Grobogan berlangsung meriah, Sabtu (3/3/2019). Ribuan warga terlihat menyaksikan pelaksanaan kirab boyong grobog yang dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, hingga ke pendapa kabupaten di kota Purwodadi.

Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemeriahan Kabupaten Grobogan. Tepatnya, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Acara rutin boyong grobog dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, para pejabat, kepala BUMD hingga kepala desa. Ritual boyong grobog dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dan berakhir menjelang dhuhur.

Bupati dan para pejabat mengikuti boyong grobog menaiki kereta kuda. Sekitar 40 dokar yang disiapkan untuk para pejabat tersebut. 

Pada barisan depan kirab, ada dua orang penunggang kuda dan berpakaian layaknya senopati. Kedua penunggang kuda ini adalah Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq dan Dandim 0717/Purwodadi Letkol Asman Mokoginta.

harijadi20192

Selain itu, ikut dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit.

Kemudian, ada pula rombongan gunungan sayur mayur dan hasil bumi. Jumlah gunungan ada 12 buah. Prosesi boyong grobog menempuh jarak sekitar 6 km. Sepanjang perjalanan, ribuan warga dengan antusias menyaksikan momen setahun sekali tersebut. Selain itu, siswa sekolah yang berlokasi di sepanjang jalur kirab juga ikut dikerahkan untuk menyaksikan tontonan gratis tersebut.

Sepanjang perjalanan, bupati dengan penuh semangat selalu menyapa dan melambaikan tangan pada warga. Kirab boyong grobog berakhir di pendapa kabupaten. Di lokasi finish juga sudah menunggu ribuan warga yang ingin menyaksikan kemeriahan menyambut hari jadi tersebut. 

“Matur nuwun. Selamat Hari Jadi yang ke-293,” kata bupati sepanjang perjalanan.

Setelah acara seremonial dan pentas kesenian di panggung alun-alun, ritual boyong grobog diakhiri dengan rebutan gunungan. Begitu diberi aba-aba panitia, ribuan warga langsung berebut gunungan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat. 

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya sangat membanggakan,” katanya.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.