Semua desa yang ada di Grobogan diminta untuk membikin Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Hal itu disampaikan Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo saat membuka Temu Kelompok Informasi Masyarakat di gedung Riptaloka, Jumat (29/3/2019). Hadir dalam acara ini, Kepala Diskominfo Grobogan Wiku Handoyo dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Setyo Irawan.

Menurut Ahmadi, berdasarkan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No: 08/PER/M-KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, dikenal adanya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). KIM berfungsi sebagai tempat Informasi di masyarakat, mitra dialog dengan pemerintah, sarana untuk meningkatkan literasi masyarakat dan juga sebagai lembaga yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, KIM juga berfungsi sebagai agen Informasi yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat. Berkaitan dengan keberadaan KIM di Kabupaten Grobogan telah terbentuk Tim Pengembangan dan Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan Surat Keputusan Bupati Grobogan No: 487.12/228/2019 tanggal 3 Juli 2017.

“Pada jaman dahulu kita mengenal Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Klompencapir). Kali ini kita mengenal KIM yang merupakan hasil pembentukan baru sebagai alternatif wahana layanan Informasi dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pengembangan dan pemberdayaan KIM masih perlu mendapatkan perhatian yang serius karena belum semua desa/kelurahan membentuk KIM. Sehingga peran dan eksistensi daripada KIM dalam diseminasi informasi masih perlu ditingkatkan. Disamping itu juga masalah pemberdayaan lembaga KIM yang menyangkut kemampuan manajerial, sumber daya manusia, dan aktivitas kelembagaannya perlu mendapatkan perhatian pula.

“Saat ini, dari 19 kecamatan baru ada 19 KIM. Artinya, tiap kecamatan baru ada satu desa yang memiliki KIM. Kedepan, semua desa harus punya,” katanya.

Menurutnya, saat ini tuntutan masyarakat di era Globalisasi semakin cerdas dan penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih yang menuntut semua pihak untuk dapat memanfaatkanya dengan sebaik-baiknya. Untuk itu dengan adanya pertemuan itu, nantinya semua KIM mampu mengimplementasikan teknologi Informasi dan media sosial secara bijak kepada masyarakat guna kebersamaan, kesatuan, dan persatuan bangsa.