Musyafak Ahmad kini resmi menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Grobogan. Sebelumnya, Ketua Baznas periode 2017-2022 dijabat oleh Suwoto. Namun sesuai aturan, Suwoto harus mundur dari jabatannya setelah dilantik sebagai Kepala Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh.

Acara pelantikan Ketua Baznas baru dilakukan Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat Bupati Grobogan, Kamis (18/4/2019). Acara pelantikan juga dihadiri Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji dan para pejabat terkait.    

“Saya ucapkan selamat pada Ketua Baznas baru. Kepada Bapak Suwoto, saya harapkan tetap ikut memberikan saran dan masukan meski sudah tidak lagi mengemban tugas selaku Ketua Baznas,” kata Sumarsono, usai pelantikan.

Sumarsono menyatakan, kinerja Baznas sejauh ini dinilai cukup bagus. Dimana, jumlah zakat dan infak yang bisa dihimpun pada tahun 2018 lalu bisa mencapai Rp 2,5 miliar.

Sebagian dana yang didapat berasal dari zakat profesi PNS dan pegawai BUMD.

“Penghimpunan zakat dari PNS dan pegawai BUMD ini bisa dimaksimalkan karena potensinya cukup besar. Kalau ada kendala dalam penghimpunan zakat di OPD, tolong saya dikasih tahu biar bisa ikut mencarikan solusinya,” katanya.
Selain itu, Sumarsono juga mengapresiasi banyaknya program pendistribusian zakat yang sudah dilakukan Baznas sejauh ini. Seperti, rehab rumah tidak layak huni, bantuan panti asuhan, beasiswa, dan berbagai program penanggulangan kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, Sumarsono juga meminta pada pengurus Baznas supaya saling berkoordinasi dengan lembaga amil zakat (LAZ) lainnya yang ada di Grobogan. Hal itu perlu dilakukan agar terjadi sinergi dan integrasi antara Baznas dan LAZ tersebut.