Rangkaian kegiatan pasar murah yang rutin diselenggarakan Pemkab Grobogan pada bulan Ramadan secara resmi ditutup oleh Bupati Sri Sumarni. Penutupan dilangsungkan pada penyelenggaraan pasar murah terakhir yang dilangsungkan di halaman Setda Grobogan, Selasa (28/5/2019).

Bupati meminta agar kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, bila perlu frekuensinya bisa diperbanyak lagi.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan. Kedepan, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan berbagai macam barang dengan harga murah,” ungkap bupati.

Ia menegaskan, melalui pasar murah tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, mereka bisa membeli beberapa kebutuhan pokok dengan harga murah dibandingkan harga pasaran.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pradana Setyawan menyatakan, sepanjang bulan puasa ini, pihaknya mengadakan pasar murah di 20 titik. Yakni, 19 titik diadakan pada satu desa di tiap kecamatan dan satu titik terakhir atau penutupan di halaman setda.

Dalam tiap titik pasar murah, pihaknya memberikan 435 paket sembako gratis kepada warga kurang mampu. Bingkisan ini berisikan 3 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir.

Kegiatan pasar murah juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand dan menyediakan barang dengan harga murah. Antara lain, Disperindag, organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Menurutnya, maksud dilaksanakan pasar murah adalah sebagai antisipasi sekaligus penyeimbang terhadap lonjakan atau kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang biasa terjadi setiap menjelang dan selama bulan puasa Ramadhan serta hari raya Idul Fitri. Adapun tujuannya adalah membantu masyarakat kurang mampu yang memiliki daya beli rendah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok.