Salah satu cara untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien adalah dengan dibentuknya sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). SPBE merupakan suatu sistem tata kelola pemerintah yang memanfaatkan teknologi informasi secara menyeluruh dan terpadu dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan pada suatu instansi pemerintahan.

“Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik diharapkan bisa menyediakan sesuatu yang aktual dan dapat langsung diakses masyarakat yang ingin tahu perkembangan sistem pemerintahan. Karena pada saat ini masyarakat sudah bisa mengakses apapun melalui internet. Penerapan SPBE ditujukan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono saat membuka optimalisasi pelaksanaan sistem pemerintahan berbasis elektronik di pendapa kabupaten, Kamis (13/6/2019).

Menurut Sumarsono, optimalisasi SPBE juga diperlukan dalam rangka mendukung gerakan menuju smart city di Grobogan. Optimaliasi diperlukan karena indeks SPBE Grobogan baru mencapai angka 2,11 (cukup). Targetnya, indeks SPBE bisa mencapai angka 3,0 (baik). Untuk percepatan pembangunan smart city dan indeks SPBE dengan nilai 3,0 pada 2020, saat ini telah ditetapkan Perbup No 18 tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Smart City Kabupaten Grobogan.

“Perlu diketahui, tantangan perjalanan menuju smart city memang tidak mudah. Untuk itu, diperlukan kerjasama dengan smua pihak sehingga percepatan pembangunan smart city bisa tercapai,” katanya.

Acara optimalisasi pelaksanaan SPBE yang diselenggarakan Diskominfo ini dihadiri para kepala OPD dan camat se-kabupaten. Dalam acara ini juga menghadirkan Direktur Inixindo Yogyakarta Andi Yuniantoro selaku narasumber.