Sekda Grobogan Moh Sumarsono meminta para pendamping bantuan sosial dari pemerintah, baik Baik bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), maupun lainnya agar bisa memastikan supaya penyaluran bantuan supaya tepat sasaran. Hal itu disampaikan Sekda saat membuka sosialisasi penyaluran dan pengaduan BPNT tahun 2019 di pendapa kabupaten, Senin (29/7/2019).

Sekda mengungkapkan, pada bulan Mei lalu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos sudah menginstruksikan pada pendamping bansos untuk menempelkan daftar nama keluarga penerima manfaat (KPM) BNPT dan PKH di balaidesa/kelurahan. Tindakan ini perlu dilakukan sebagai bentuk transparansi data penerima bansos pada masyarakat.

“Dengan ditempel di balaidesa atau kelurahan, masyarakat bisa menilai apakah penerima bansos itu sudah tepat sasaran atau belum. Kalau datanya tidak sesuai dengan kondisi riil, maka pihak desa atau kelurahan bisa mengusulkan perubahan data melalui musyawarah desa/kelurahan,” jelas Sumarsono yang bertindak selaku Ketua Tim Koordinasi Program Bansos Pangan Kabupaten Grobogan tersebut.

Menurutnya, selain menempel data di balaidesa/kelurahan, pada rumah penerima bantuan sosial nantinya akan dipasang tanda khusus. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah dalam menilai apakah keluarga tersebut memang layak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau tidak.

“Pemberian tanda ini sudah kita alokasikan anggarannya lewat APBD perubahan. Kita harapkan, penandaan ini nantinya segera direalisasikan,” sambungnya.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Disos Grobogan Kurniawan mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 122.430 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program BPNT. Sedangkan untuk bansos PKH sejumlah 59.318 KPM.

Menurutnya, selama ini memang terdapat keluhan dari masyarakat terkait banyaknya penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran. Dimana, warga yang dianggap ekonominya mampu tetapi masih masuk sebagai penerima program bansos.

“Kami kemudian memberikan usulan untuk ditempel stiker pada rumah penerima bantuan. Ternyata, banyak warga menyetujuinya dan meminta agar segera dilaksanakan. Desain strikernya baru kami buat dan kemungkinan pada November nanti baru bisa kami jalankan,” kata Kurniawan

Ia menjelaskan, pemberian tanda dirasa memberikan dampak yang positif agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Hal itu berdasarkan dari beberapa kali studi banding di kabupaten lain yang telah menerapkan pemberian tanda tersebut.