Acara bertajuk “Sambang Warga’ kembali dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni guna mendekatkan diri dan menyerap aspirasi masyarakat, Senin (28/10/2019). Kali ini, acara sambang warga dilangsungkan di wilayah eks-Karesidenan Purwodadi yang dipusatkan di Balaidesa Boloh, Kecamatan Toroh. Beberapa waktu sebelumnya, bupati sudah dua kali melangsungkan acara sambang warga. Yakni, di wilayah eks-Karesidenan Manggar, dan eks-Karesidenan Grobogan.

Ikut mendampingi bupati, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kepala Dispermasdes Sanyoto, dan Asisten III Padmo. Hadir pula para kepala OPD, camat, Forkopincam dan Kades di eks-Kawedanan Purwodadi. Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan banyak hal terkait hasil pembangunan selama masa kepemimpinannya. Terutama, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat.

“Sejauh ini, sudah banyak jalan rusak yang kita perbaiki. Kondisi jalan yang sudah bagus sekarang berkisar 70 persen. Sisanya akan terus kita perbaiki secara bertahap,” katanya. 

Kemudian, pembangunan lainnya ada di bidang kesehatan. Seperti rehab puskesmas, dan pembangunan rumah sakit baru di Wirosari dan Gubug. Selain itu, pembangunan juga menjangkau sekolah, tempat-tempat wisata, sarana irigasi dan pertanian, serta berbagai bidang lainnya. Bupati juga menyampaikan prosentase penduduk miskin di Kabupaten Grobogan yang mengalami penurunan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. Dimana, pada tahun 2018 angka penduduk miskin turun menjadi 12,7 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,27 persen.

Penurunan angka kemiskinan ini berkat program Gerakan Bersama Pengentasan Kemiskinan (Gebertaskin) yang membawa semangat kerjasama, gotong royong, sinergitas dengan berbagai pihak. Yakni, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Dispermasdes Sanyoto menambahkan, pembangunan di desa-desa juga terus bergerak seiring adanya dana desa yang nilainya terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019, dana desa yang disalurkan ke Kabupaten Grobogan nilainya Rp 289 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan dana desa tahun 2018 yang nilainya Rp 248 miliar.

Ditambahkan, hingga tahun 2018, dana desa telah dipakai untuk membangun jalan desa sepanjang 254 kilometer sebagian dengan kontruksi beton. Kemudian, ada 679 jembatan, 14 pasar desa, dan berbagai infrastruktur desa lainnya seperti embung, sumur, MCK, sarana pendidikan, kesehatan, olahraga, dan usaha ekonomi produktif yang diambilkan dari dana desa tersebut.

Selain menyampaikan hasil pembangunan dan mendengarkan berbagai masukan dari warga, dalam kesempatan itu, bupati juga memberikan sejumlah bantuan. Antara lain, bantuan bencana kebakaran, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), santunan kematian, bantuan pendidikan, dan bantuan untuk disabilitas.