Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan Evaluasi Tahap 2 Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan di Balai Sudirman Jakarta Selatan. Acara yang digelar oleh Kementerian Kominfo tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada Senin, ( 4/11/19 ) dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan. Kegiatan ini diikuti oleh 100 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dan beberapa sponsor

Dalam sambutannya Menteri Kominfo mengatakan Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah. Sebuah kota dapat dikatakan Smart City jika di dalamnya lengkap dengan infrastruktur dasar, juga memiliki system transportasi yang lebih efisien dan terintergrasi. sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. Konsep itu juga menciptakan kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat, rumah dan bangunan yang hemat energi, bangunan ramah lingkungan dan memakai sumber energy terbarukan.

Sementara itu Kepala Dinas kominfo Kabupaten Grobogan Wiku Handoyo mengatakan melalui konsep smart city membuat layanan pemerintah dapat lebih cepat, serta berdampak kepada masyarakat. Teknologi tidak bukan semata-mata milik orang kota, namun tekologi saat ini juga dapat diakses di pedesaan, selagi di desa tersebut terakses dengan jaringan internet, maka masyarakat desa dapat terakses. Dengan begitu dapat meningkatkan produktivitas daerah dan daya saing ekonomi.

Lebih lanjut Wiku Handoyo berharapSmart city diharapkan dapat membantu solusi permasalahan di perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat yakni peningkatan kualitas hidup seperti efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, pengurangan kongesti bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, mengurangi polusi dan emisi gas buang, energi, keamanan, data dan informasi kegiatan ini bisa mendapatkan hasil yang memuaskan untuk Kabupaten Grobogan. (Kadarwati/Diskominfo Grobogan ).