Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama sejumlah pejabat dan masyarakat melangsungkan aksi penanaman pohon di Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Rabu (27/11/2019). Sebelum melakukan penanaman pohon, bupati terlebih dulu membuka kegiatan sarasehan yang dilangsungkan di Balai Desa Kronggen.

Bupati menegaskan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memprediksi bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akan banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada bulan Januari hingga April, serta pada akhir tahun seiring tibanya musim hujan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor tersebut.

Ia menjelaskan, Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua setelah Kabupaten Cilacap, dengan luas 1.975 kilometer persegi. Dimana, daerahnya subur dengan hasil pertanian yang mampu menjadi sumber pangan dan alam yang mempesona.

Meski demikian, dibalik keindahan Kabupaten Grobogan itu masih diintai dengan beragam jenis bencana alam. Yakni, banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran, dan gempa.

“Untuk menghindari bencana alam tersebut diperlukan tindakan pencegahan yang sesuai dengan kegiatan pelestarian alam. Salah satunya adalah penanaman pohon hingga konservasi alam,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, penamanan pohon ditempatkan di kawasan hutan petak 67C, BKPH Jatipohon di Desa Kronggen, Kecamatan Brati. Adapun jumlah pohon yang ditanam ada 1.500 pohon. “Pohonnya terdiri dari jenis beringin, kayu putih, dan jati. Penyelenggaraan saresehan dan penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang sudah kita lakukan dengan pihak Perhutani dan masyarakat Desa Krongen,” jelasnya.

Menurut Endang, kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tujuan. Antara lain, sebagai upaya konservasi untuk pencegahan dini bencana alam dalam jangka panjang serta

kesiapsiagaan, agar bencana kekeringan dan tanah longsor dapat dicegah.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya perkuatan kapasitas pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana sehingga dapat terwujud Grobogan yang tangguh bencana, serta mampu meminimalkan resiko bencana,” imbuhnya.