Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat dalam penanggulangan bencana. Hal itu disampaikan bupati dalam apel siaga bencana yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Kamis (26/12/2019).

Bupati menyatakan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan atau lembah. Yakni, perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

“Dalam penanggulangan bencana, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Kita butuh dukungan dan peran serta dari seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.

Acara apel siaga bencana juga dihadiri jajaran FKPD Grobogan. Hadir pula Sekretaris Daerah Moh Sumarsono, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih dan para kepala OPD. Apel siaga juga menghadirkan berbagai instansi terkait, dan relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana.

Dalam apel siaga juga dilangsungkan penyerahan bantuan pada korban bencana alam dan kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kemudian dilakukan pula penyerahan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang memberikan bantuan air bersih selama terjadinya bencana kekeringan.

Bupati menegaskan, pemkab akan berupaya untuk meminimalkan terjadinya bencana

alam di wilayahnya. Sejauh ini, sudah cukup banyak langkah yang diambil dalam kaitannya dengan penanganan bencana tersebut. Misalnya, pembuatan embung, reboisasi, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul.

Kepada pihak BPBD, bupati meminta untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Upaya monitoring kondisi lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban jiwa maupun harta benda.

“Datangnya bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan agar bisa mempercepat upaya penanganan. Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya juga rutin diperlukan,” katanya.