Bupati Grobogan Sri Sumarni mengambil sumpah/janji 486 CPNS menjadi PNS di pendapa kabupaten, Senin (3/2/2020). Dari 486 orang tersebut, sebanyak 90 orang berasal dari pengangkatan dari jalur honorer K2. Kemudian, 16 orang dari jalur bidan PTT dan 380 orang dari jalur umum.

Usai pengambilan sumpah/janji, dilanjutkan penyerahan petikan surat keputusan pengangkatan CPNS menjadi PNS dan Kartu Taspen. Hadir dalam acara ini, Sesda Grobogan Moh Sumarsono, Kepala BKPPD Patma Saputra, Asisten III M Chanief dan kepala OPD terkait.

“Saya atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Grobogan, mengucapkan selamat pada para PNS ini. Saya berharap sumpah tersebut janganlah dianggap sekedar rangkaian kata-kata yang harus diucapkan secara lisan saja. Namun harus dipahami sebagai peristiwa religius yang harus dihayati arti dan maknanya untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Bupati Sri Sumarni.

Menurut bupati, proses pengangkatan CPNS menjadi PNS memerlukan tahapan dan persyaratan tertentu. Yakni, melalui masa percobaan selama satu tahun, lulus diklat prajabatan/pelatihan dasar serta lulus tes kesehatan jasmani dan rohani.

Perubahan status dari CPNS menjadi PNS membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, perubahan ini hendaknya diimbangi dengan peningkatan kualitas, dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas supaya bisa menjadi PNS yang profesional dan sejahtera.

“Dewasa ini pemerintah telah begitu banyak memberikan perhatian dalam upaya peningkatan kesejahteraan PNS. Diantaranya melalui kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, pemberian gaji ketiga belas setiap tahun, pemberian tunjangan-tunjangan lain. Serta adanya program Taperum, Asuransi Kesehatan (BPJS) dan Taspen yang semuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan PNS,” imbuhnya.