Badan Pusat Statistik (BPS) Grobogan menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan sensus penduduk yang dilangsungkan di Hotel 21 Purwodadi, Rabu (12/2/2020). Rakor dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni dengan ditandai pemukulan gong.

Hadir dalam acara ini, Kepala BPS Jawa Tengah Senton Bangun Widoyono dan Kepala BPS Grobogan Syafi’i Nur. Pembukaan rakor juga dihadiri perwakilan FKPD, kepala OPD, camat dan ormas.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan, beberapa hari yang lalu, Presiden Joko Widodo di Istana Negara menyampaikan, kunci kesuksesan pelaksanaan SP 2020 adalah partisipasi seluruh elemen bangsa. Berkaitan dengan SP 2020, pemerintah juga telah menerbitkan Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Peraturan baru ini diharapkan dapat mengatasi perbedaan data yang selama ini terjadi, termasuk data penduduk.

“Selama ini kita mengenal data penduduk menurut BPS, data penduduk menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan data penduduk menurut instansi tertentu. Berbagai macam data penduduk tersebut tidak sama sehingga pengguna data mengalami kebingungan, mana data yang akan digunakan,” cetusnya.

Kondisi itu mengakibatkan perencanaan pembangunan antar dinas dan instansi menjadi tidak sama karena perbedaan sumber data. Oleh sebab itu, SP 2020 merupakan momentum untuk menuju satu data kependudukan Indonesia.

“Sekali lagi saya tekankan, data dari pelaksanaan sensus penduduk ini sangat penting sekali dan diperlukan banyak pihak. Baik pemerintah, dunia usaha, peneliti, akademisi, organisasi masyarakat, jurnalistik dan banyak pihak lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Grobogan Syafi’i Nur mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan sensus penduduk (SP) online mulai tanggal 15 Februari - 31 Maret 2020. Terkait pelaksanaan SP online ini, ia mengimbau kepada masyarakat agar mengetahui serta mengecek Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki sudah ada dalam database. Hal ini ini perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa berpartisipasi dalam SP Online 2020.

Dijelaskan, pihak BPS sudah menyediakan fasilitas online untuk mengecek data NIK dan nomor KK. Yakni, melalui laman sensus.bps.go.id/cek. Jika datanya ditemukan maka orang itu bisa mengisi SP online. Sebaliknya, jika datanya tidak ditemukan, maka bersiaplah didatangi petugas sensus pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020.