Para perangkat desa dan kecamatan se-Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan sosialisasi Pilkada serentak 2020 secara virtual, Selasa (28/7/2020). Bupati Grobogan Sri Sumarni membuka langsung sosialisasi ini dari ruang rapat wakil bupati.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi bupati dalam kesempatan itu. Antara lain, Plt Asisten I Sugiyanto, Kepala Badan Kesbanglinmas Daru Wisakti. Hadir pula, Komisioner KPU Grobogan Ngatiman dan Komisiner Bawaslu Grobogan Sakta Abaway Sakan yang bertindak selaku narasumber dalam sosialisasi ini.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Badan Kesbanglinmas Daru Wisakti. Dalam laporannya, Daru menjelaskan, sosialisasi tersebut ditujukan untuk mendukung Pilkada Grobogan yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum maupun aparatur sipil negara dan jajaran perangkat kecamatan serta desa atau kelurahan di Kabupaten Grobogan. Selain itu juga sosialisasi ini bisa disampaikan kepada masyarakat, terutama sasaran kepada pemilih pemula," jelas Daru.
Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam sambutannya menjelaskan, pelaksanaan Pilkada serentak kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebab, dilaksanakan masih dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Terkait dengan kondisi itu, Sri meminta semua perangkat desa dan kecamatan tidak perlu khawatir. Sebab, dari pihak penyelenggara Pilkada telah menyiapkan peraturan khusus termasuk penerapan protokol kesehatan untuk melindungi penyelenggara, pengawas, petugas dan pemilih.

“Kepada para kepala desa yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, tolong sampaikan bahwa kami dari Pemkab Grobogan dan penyelenggara Pemilu terutama dari KPU dan Bawaslu telah menyiapkan peraturan protokolnya, termasuk perlindungan bagi penyelenggara, pengawas, pengaman, dan pemilih,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Grobogan Ngatiman dalam kesempatan itu menyampaikan paparan tentang PKPU nomor 5 tahun 2020 yang merupakan dasar untuk melanjutkan tahapan Pilkada serentak. Ia menjelaskan tahapan-tahapan Pilkada secara berurutan, termasuk juga tentang penggunaan anggaran.

“Untuk pelaksanaan Pilkada Grobogan anggaran yang 60 persennya dipergunakan untuk belanja penyelenggaran pemilu, terdiri dari PPK, PPS, PPDP, TPS dan pemilih. Per satu pemilih dibiayai pemerintah sebesar Rp 36.699,” ujarnya.

Ngatiman meminta dukungan semua pihak, termasuk perangkat desa dan kecamatan agar pelaksaan Pilkada nanti dapat berjalan jujur, adil, transparan dan aman. “Kami dari penyelenggara Pilkada juga tetap mengikuti protokol kesehatan. Kami berharap pelaksanaan Pilkada tetap berjalan dengan lancar, tidak ada masyarakat yang meninggal terpapar Covid-19, atau munculnya klaster dari penyelenggaraan Pilkada 9 Desember mendatang,” pungkasnya.