PANEN MELONProduksi melon di Grobogan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan, hingga saat ini, hasil panen melon tersebut menjadi yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Harikultura Grobogan Edhie Sudaryanto dalam acara panen raya melon di Desa Curut, Kecamatan Penawangan, (2/4).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro beserta istri serta Ketua PKK Grobogan Ny Dyah Bambang Pudjiono. Hadir pula para pimpinan Muspika Kecamatan Penawangan.

Menurut Edhie, luas areal melon di Grobogan saat ini berkisar 500 hektar dengan total produksi sekitar 9 ribu ton per tahun. Areal melon ini tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain, Kecamatan Toroh, Godong, Purwodadi, Klambu dan terbesar ada di Kecamatan Penawangan.

“Sebagian besar melon yang ada di pasar besar atau swalayan adalah hasil produksi petani Grobogan. Jadi, selain padi, jagung, dan kedelai, produksi melon sini mulai dikenal luas karena kualitasnya sangat bagus,” tegasnya.

Masih dikatakannya, penanaman melon itu biasanya dilakukan sebagai selingan pasca panen padi. Selain melon, beberapa komoditas pertanian lainnya juga mulai diminati para petani. Seperti, cabe dan bawang merah.

Sementara itu, Wakil Bupati Icek Baskoro mengaku bangga dengan para petani yang berhasil mengembangkan melon selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, dengan menanam melon terbukti bisa meningkatkan penghasilan para petani.

Wabup meminta kepada dinas terkait agar memberikan bimbingan lebih intensif pada para petani. Dengan harapan, semua komoditas melon yang dihasilkan bisa menembus pasar luar negeri. Jika ini bisa terwujud maka kesejahteraan petani akan lebih meningkat lagi. DNA