KLaster jagung BI dpnBank Indonesia Perwakila Jawa Tengah meluncurkan program pengembangan klaster jagung yang terintegrasi dengan bidang peternakan di Grobogan. Peluncuran program klaster jagung yang dilangsungkan di Balaidesa Tambakselo ini ditandai dengan penandatanganan kersama yang dilakukan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir dengan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro dan beberapa dinas instansi terkait lainnya yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (27/8).

Usai penandatangan kerjasama dilanjutkan dengan penyerahan bantuan untuk pengembangan klaster jagung pada kelompok tani. Dalam tahap awal ini, ada dua kelompok tani yang menjadi program percontohan. Yakni, Kelompok Tani Sido Murni Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari dan Kelompok Tani Mugisari Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati.

Acara penandatanganan kerjasama dan penyerahan bantuan disaksikan Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo. Hadir pula, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah Ronny Kusuma Yudistiro, Kepala Dinas Kehutanan Jateng Bowo Suryoko, Dirut Bank Jateng Supriyatno, serta beberapa pejabat dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Perhutani Divre Jateng, dan Dinas Pertanian TPH Jateng.

Menurut Iskandar Simorangkir, ada beberapa macam bantuan yang diberikan dalam program tersebut. Antara lain, pembuatan kandang komunal dan sapi sebanyak 20 ekor. Kemudian, mesin digester untuk mengolah kotoran ternak menjadi biogas, mesin pemipil dan pengering jagung.

“Untuk tahap awal memang sengaja kita pilih dua kelompok tani dulu. Sebab, dengan jumlah kelompok yang sedikit ini akan lebih mudah dalam monitoring dan memaksimalkan keberhasilan program,” ungkapnya.

Mengenai dipilihnya Grobogan sebagai sasaran program, jelas Iskandar, disebabkan kabupaten ini merupakan salah satu sentra pertanian, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional. Khususnya, untuk komoditas jagung, padi, dan kedelai.

“Produksi jagung di Grobogan berkisar 559 ton atau menyumbang 19 total komoditas jagung se-Jawa Tengah. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan untuk menempatkan program klaster jagung di Grobogan,” kata Iskandar.

Selain itu, potensi sapi di Grobogan terbanyak ketiga di Jateng setelah Blora dan Wonogiri. Dari data BPS tahun 2013, populasi sapi di Grobogan mencapai 137.360 ekor. Diharapkan, dengan program pengembangan jagung dan sapi itu dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis UKM sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan.

Sementara itu, Wakil Bupati Icek Baskoro menyambut baik adanya program dari Bank Indonesia tersebut. Menurutnya, program pertanian yang bersinergi dengan peternakan itu memang sangat cocok dan diperlukan masyarakat. Sebab, 52 persen warga Grobogan bergelut dalam bidang tersebut.

“Dengan adanya program ini kita harapkan petani makin termotivasi. Harapan selanjutnya, tingkat pendapatan petani nantinya juga akan meningkat dengan adanya tambahan penghasilan dari ternak sapi maupun peningkatan produksi jagung,” terangnya. DNA