rupabumii dpnKabag Tata Pemerintahan Susanto menyatakan, pihak desa se-Kabupaten Grobogan diminta melakukan inventarisasi dalam rangka pembakuan nama rupabumi yang ada di wilayahnya masing-masing. Khususnya, untuk rupabumi yang berasal dari unsur buatan manusia. Hal itu disampaikan saat menggelar rakor pembakuan nama rupabumi di ruang rapat Setda, Selasa (1/9).

“Unsur rupabumi itu ada dua macam, yakni alami dan buatan manusia. Unsur alami seperti gunung, sungai, laut dan unsur buatan antara lain jalan, jembatan, dan waduk,” kata mantan Kabag Perekonomian itu.

Menurut Susanto, pembakuan nama rupabumi merupakan program nasional yang juga harus dilakukan didaerah. Pembakuan nama ini akan menjadi sumber informasi dan komunikasi dalam pengambilan keputusan serta membantu kerjasama di antara organisasi lokal, nasional dan internasional.

Disamping itu, pembakuan nama juga sebagai upaya melakukan tertib administrasi wilayah pemerintahan, kenyamanan dan ketertiban sosial, membangun karakter bangsa, melestarikan warisan budaya dan membangun jatidiri bangsa. Kebijakan ini perlu dilakukan mengingat aset yang dimiliki Negara Indonesia ini sangat luar biasa banyaknya sehingga perlu diinventaris dengan cermat.

Susanto menambahkan, untuk pembakuan rupabumi unsur buatan manusia nantinya akan dibatasi lima kategori saja. Yakni, dusun, jalan, waduk atau embung, pasar, dan tempat ibadah. Pembakuan nama itu formatnya harus disesuaikan dengan Permendagri No 39 tahun 2008 tetang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupabumi. DNA