Tim penilai lomba ikan dpnTim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (20/10) berkunjung ke Grobogan untuk melakukan penilaian kinerja Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Mitra Usaha Mina Disnakkan Grobogan. Kedatangan penilai itu dipimpin Ketua Tim Sugiyarto. Kedatangan tim penilai di aula Disnakkan disambut Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto.

Dalam kesempatan itu, Sugiyanto berharap agar kinerja Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Mitra Usaha Mina yang akan dinilai bisa mendapat hasil memuaskan. Sebab, sebelumnya UPP Disnakkan Grobogan itu sudah meraih juara I tingkat Jawa Tengah.

Menurutnya, UPP tersebut terbentuk tahun 2006 yang pada awalnya merupakan organisasi yang mewadahi kelompok pembudidaya ikan di Grobogan. Seiring perkembangan, UPP berkembang menjadi organisasi yang mewadahi kelompok pembudidaya, penangkap ikan, pengolah dan pemasaran ikan.

Ia menjelaskan, di wilayah Grobogan, ada lahan seluas 30 hektar yang dimanfaatkan untuk perikanan budidaya. Kemudian ada juga perairan umum, seperti waduk, embung, bending seluas 769 hektar yang digunakan pula untuk budidaya ikan.

“Data tahun 2014, produksi ikan di Grobogan ada 2.425 ton. Terdiri dari produksi budidaya 1.537 ton dan hasil tangkapan sebanyak 888 ton. Untuk jumlah pembudidaya ikan tercatat sudah ada 3.841 orang,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Grobogan itu.

Untuk jenis ikan yang dibudidayakan ada beberapa jenis. Antara lain, gurami, nila dan lele. Jenis gurami banyak dibudidayakan di Kecamatan Toroh dan Purwodadi. Kemudian, jenis Nila terdapat di Kecamatan Brati dan Klambu. Sementara jenis lele budidayanya tersebar di 19 kecamatan. DNA