bangunan kuno banjarejo dpnSebuah bagunan kuno mirip pondasi yang terbuat dari tumpukan batu bata ditemukan areal sawah di Dusun Nganggil, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan (12/10) lalu. Panjang pondasi yang sudah sempat digali dan terlihat ini ada 40 meter. Membentang dari arah utara menuju ke selatan.

Batu bata yang ditemukan bentuknya lebih besar dibandingkan batu bata yang lazim saat ini. Panjang batu bata itu 30 cm, lebarnya 20 cm, dan ketebalannya 8 cm. Warnanya juga lebih merah dibandingkan batu bata saat ini.

Tinggi bangunan mirip pondasi itu sekitar 40 cm. Lebarnya ada 30 cm. Tumpukan paling atas ditaruh batu bata yang dipasang dengan posisi melintang. Sementara batu bata pada tiga tumpukan dibawahnya dipasang dengan posisi berdiri.

Penemuan bangunan kuno itu terjadi secara kebetulan. Yakni, saat para petani tengah membuat sumur gali dengan dana bantuan dari Kementerian Pertanian. Saat menggali sedalam dua meter, petani menemukan batu bata di dalam tanah.

“Di Desa Banjarejo ini memang diyakini jadi tempat berdirinya kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan ini dulunya dipimpin seorang raksasa Prabu Dewata Cengkar. Selama ini, sudah banyak penemuan benda kuno di desa ini,” kata Kepala Desa Banjareho Ahmad Taufik.

Sementara itu, berdasarkan keterangan peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto yang datang ke lokasi, Minggu (25/10) lalu  ditegaskan jika bangunan itu termasuk benda bersejarah. Sebab, dilihat dari cirinya, diperkirakan bangunan itu peninggalan abad 15 hingga 16. DNA