BNN1 dpnAda berbagai cara yang sudah dilakukan dalam rangka menekan tingkat penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah merehabilitasi pengguna narkoba. Hal itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho di sela-sela pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba di Ruang Rapat Setda I Pemkab Grobogan, Jumat (23/10).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kasi Pasca Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sardianto dan Kasubbag Pendidikan dan Kesehatan Bagian Kesra Setda Grobogan Daru Purnomo.

Menurut Sapto, dengan merehabilitasi penyalahguna dapat memutus rantai perputaran jual beli narkoba. Selain itu, dengan merehabilitasi penyalahguna dapat menghindari munculnya pengedar baru.

“Untuk menekan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Soalnya, penanganan yang dilakukan itu akan sia-sia dan justru menjadi kesempatan bagi pengedar narkoba lebih leluasa. Sebab, mereka tidak kehilangan para pembelinya,” jelas Sapto.

Jika para penyalahguna dipidanakan, maka dikhawatirkan mereka malah diajari cara menjadi penjual atau pengedar narkoba. Jadinya, malah akan menambah pelaku baru.

Ditambahkan, untuk menjangkau para penyalahguna narkoba pihaknya pun membuat tim khusus yang diisi dari berbagai pihak. Yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepolisian, dan Kejaksaan. Tim tersebut dibentuk untuk membantu peran BNN dalam menangani dan menjangkau para penyalahguna narkoba.

Di dalam tim tersebut juga ada Tim Assessmen atau penilai untuk mengklasifikasikan penyalahguna tersebut. Jika murni penyalahguna, mereka akan direhabilitasi. Namun, jika memang terlibat dalam penyebaran narkoba, hasil penilaian itu akan menjadi bahan pertimbangan di persidangan. DNA