rakorumkm dpnMeski jumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terus bertambah namun beberapa masalah klasik masih dialami para pengusaha tersebut. Salah satunya adalah soal pemasaran yang dinilai sebagian pengusaha sebagai permasalahan utama. Menanggapi permasalahan tersebut, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto, Kamis (28/10) lalu menggelar kontak datang dengan sejumlah pihak di ruang rapat setda setempat. Yakni, pengelola toko modern (waralaba) dan swalayan serta pelaku UKM yang ada di wilayahnya.

“Yang datang tadi ada perwakilan dari Indomaret, Alfamart, Swalayan Luwes, dan Surya Laksana. Kemudian, sekitar 15 pelaku UKM khususnya produk makanan, minuman, batik dan dari Disperindagtamben juga kita undang. Pada intinya, kami ingin agar produk UKM sini bisa masuk ke tempat usaha tersebut,” kata Anang setelah menggelar pertemuan.

Menurutnya, jika selama ini masih banyak pengusaha kecil dan menengah yang memasarkan barangnya secara tradisional. Khususnya, UKM yang bergerak dibidang makanan. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah terobosan baru buat pengusaha tersebut agar memasarkan produknya dengan cara-cara yang lain dari biasanya.

“Soal pemasaran ini memang jadi masalah besar bagi kalangan UKM disamping soal modal. Untuk itu, pemkab sudah pasti akan berusaha semaksimal mungkin membantu persoalan yang dihadapi pengusaha kecil ini,” tegasnya.

Salah satu wacana yang sedang disiapkan adalah mendorong agar produk-produk UKM, khususnya makanan atau minuman bisa masuk dalam toko-toko modern yang ada di Grobogan. Jika ini bisa dilakukan maka keberadaan produk UKM itu minimal bisa dikenal masyarakat luas. Sebab, produk-produk tersebut terpajang dalam display dagangan di dalam toko modern yang banyak dikunjungi orang. DNA