pentaswayang dpnBupati Grobogan Bambang Pudjiono mendukung upaya melestarikan kesenian tradisional wayang kulit dilakukan Disporabudpar setempat. Yakni, dengan menggelar serangkaian pertunjukkan wayang kulit di beberapa lokasi yang dilangsungkan pada bulan Oktober dan November ini.

“Minat terhadap kesenian tradisional khususnya generasi muda memang sudah menurun. Oleh sebab itu, pelestarian kesenian tradisional seperti wayang kulit ini memang harus kita dukung,” katanya.

Bupati berharap, pentas wayang kulit itu bisa ditambah frekuensinya pada tahun-tahun mendatang. Misalnya, pagelaran wayang bisa dilangsungkan di setiap kecamatan. Untuk pentas di tingkat kabupaten, sudah rutin dilakukan di pendopo setiap malam Jumat Kliwon.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto menambahkan, pada tahun ini, ada enam kali pertunjukkan wayang kulit yang digelar dengan dana APBD 2015. Yakni, di halaman Kodim 0717 Purwodadi, di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung dan pendopo Kecamatan Gubug. Kemudian, pentas wayang juga dilangsungkan di Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon; Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan; dan Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

Menurutnya, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin itu masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan pagelaran wayang hingga usai.

Selain memberikan hiburan warga, pagelaran wayang kulit itu juga dilakukan untuk memopulerkan seniman lokal. Dimana, dalam pagelaran tersebut sebagian besar dalang yang ditampilkan adalah dari wilayah Grobogan sendiri. DNA