tim penilai OBITKabupaten Grobogan berhasil masuk tiga besar se Jawa Tengah penilaian dalam bidang penghijauan sebagai juara program One Blillion Indonesian Trees (OBIT) atau gerakan penanaman satu miliar pohon tahun 2014. Masuknya kabupaten terluas nomor dua se Jateng karena berhasil meningkatkan penghijauan dan penanaman kembali jutaan pohon yang tersebar di 19 Kecamatan se Kabupaten Grobogan.

Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Grobogan Isti Harini mengatakan, Keberhasilan ini merupakan hasil jerih payah semua pihak. Yaitu tidak hanya masyarakat sekitar hutan, tetapi semua instansi dan semua lapisan masyarakat. Gerakan penanaman dalam rangka OBIT yang dilakukan mulai Januari 2013 hingga Februari 2014.

Read more: Grobogan Masuk Tiga Besar se Jateng Penilaian Program One Billion Indonesian Trees (Obit)

rest area


Memasuki liburan lebaran ini Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi menyediakan Rest Area (Tempat Istirahat) untuk para pemudik lebaran baik yang menggunakan motor roda dua maupun roda empat. Rest Area bertempat di halaman kantor Dishubinfokom Jl. Raya Purwodadi-Solo buka 24 Jam yang dimulai tanggal 22 Juli s.d 4 Agustus 2014.

 

Read more: Dishubinfokom Menyediakan Rest Area Untuk Pemudik

Setelah satu bulan terakhir kebutuhan pupuk bersubsidi langka di Kabupaten Grobogan, banyak petani membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal. Akibatnya petani harus mengeluarkan uang banyak untuk memupuk tanaman padi musim tanam dua (MT-2).

”Memang beberapa waktu lalu banyak petani mengeluhkan adanya pupuk kurang ditingkat pengecer dan distributor akibat keterlambat. Sehingga banyak dari petani mumupuk padi beli non subsidi karena sudah waktunya berikan pupuk,” kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Grobogan Wardi, kemairn.

Dia menjelaskan, selama satu bulan terakhir banyak keluhan dari petani karena kelangkaan pupuk. Sebab, dari petani sendiri kawatir karena tanaman pad MT-2 sudah memasuki masa pemupukan. Jika tidak segera dilakukan pemupukan maka tanaman padi bisa puso.

Read more: Kebutuhan Pupuk di Grobogan Mulai Tercukupi

Api Abadi MrapenSumber api alam di Mrapen Desa Manggarmas, Kecamatan Godong belakangan makin mengecil. Sebab, konon kabarnya api tidak hanya ada satu titik tetapi Jika sekitar tiga titik sumber api.

Sumber api yang ada di depan bangunan batu bobot itu, kalau siang hari apinya tidak kelihatan karena jilatan api yang keluar kecil. Bahkan ketika panitia pengambilan Api Dhrma Tri Waisak 2558 BE/2014 saat melakukan prosesi pengambilan api di obyek wisata tersebut Selasa (13/5) harus ‘memancing’ dengan minyak tanah dan batu bara agar apinya membesar.

”Api mulai mengecil karena sumber gas di dalam tanah mulai mengecil. Untuk melindungi agar tidak padam, di titik sumber api kami tumpuki batu kapur. Selain harus dipancing dengan minyak tanah, kertas atau batu bara, di titik sumber api juga bisa kita tancapkan besi sedalam 15 centimeter,” ujar juru kunci Mrapen Rubianto, Kamis (15/5) kemarin.

Read more: Sumber Gas Berkurang, Api Mrapen Makin Mengecil

Go to top