1. Bencana Yang Terjadi dan  Penanggulangannya

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2005 tentang Penanganan Bencana di Daerah, Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007 tentang Penyelengggaraan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pemerintah, Keputusan Bupati Grobogan Nomor 260/261/2007 tentang Susunan Anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 122 Tahun 2008 tentang bantuan bencana alam, maka di Kabupaten Grobogan telah dibentuk Badan Penanggulangan Becana Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor  6 Tahun 2012.

a. Bencana Yang Terjadi

Jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Grobogan antara lain bencana banjir, angin puting beliung, tanah lonsor, kekeringan dan kebakaran.

Bencana yang terjadi di Kabupaten Grobogan pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel BENCANA YANG TERJADI DI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2015

No Jenis Bencana Lokasi
Kecamatan Desa/Kelurahan/Kerusakan/Kasus
1 2 3 4
1 Banjir Tegowanu

Desa Tajemsari/23 rumah tergenang, padi 30 Ha, tanggul jebol 40m

Desa Cangkring/sawah tergenang 50 Ha

Desa Tunjungharjo/265 rumah tergenang, padi 150 Ha

Desa Tlogorejo/20 rumah tergenang, sawah 152 Ha

Desa Gebangan/90 rumah tergenang, padi 53 Ha

Desa Karangpasar/92 rumah tergenang, sawah 30 Ha, tanggul jebol

Desa Sukorejo/280 rumah tergenang, sawah 60 Ha

Desa Kebonagung/20 rumah tergenang, sawah 140 Ha

Geyer

Desa Monggot/49 rumah tergenang

Desa Geyer/13 rumah tergenang

Desa Ngrandu/8 rumah tergenang, sawah 200 Ha, jembatan putus

Toroh Desa Genengsari/21 rumah tergenang, jembatan putus
Klambu Desa Penganten/60 rumah tergenang
Purwodadi

Kel. Danyang/4 rumah tergenang

Desa Nambuhan/70 rumah tergenang

Desa Ngraji/200 rumah tergenang

2 Angin Puting Beliung Tawangharjo Desa Jono/1 rumah roboh
Kradenan Desa Banjarsari/1 rumah rusak berat
Geyer

Desa Rambat/33 rumah rusak ringan

Desa Juworol/1 rumah roboh

3 Tanah Longsor Tanggungharjo

Desa Mrisi/1 orang meninggal, 3 luka ringan

Tawangharjo

Desa Jono/1 rumah roboh

4 Kebakaran Karangrayung

Desa Nampu/4 rumah terbakar sebagian

Desa Termas/1 rumah terbakar habis

Desa Telawah/1 rumah terbakar

Desa Mojoagung/8 rumah dan 1 kios terbakar

Desa Ketro/3 rumah terbakar

Desa Cekel/1 rumah terbakar

Pulokulon

Desa Jetaksari/1 rumah terbakar habis

Gubug

Desa Ngroto/1 rumah terbakar sebagian

Desa Kemiri/7 rumah terbakar

Desa Ginggangtani/1 rumah terbakar

Desa Gubug/2 rumah terbakar

Desa Kuwaron/1 rumah terbakar

Brati

Desa Kronggen/7 rumah terbakar habis

Desa Menduran/1 rumah terbakar

Desa Katekan/2 rumah terbakar

Toroh

Desa Boloh/4 rumah terbakar habis

Desa Sugihan/1 rumah terbakar

Desa Depok/2 rumah terbakar

Desa Katong/1 rumah terbakar

Desa Pilangpayung/2 rumah terbakar

Kradenan

Desa Rejosari/1 rumah dan 1 kios terbakar habis

Desa Sengonwetan/1 kandang ternak terbakar

Desa Tanjungsari/1 rumah terbakar

Desa Crewek/1 rumah terbakar sebagian

Tegowanu

Desa Tajemsari/2 rumah terbakar habis

Desa Gebangan/1 rumah terbakar habis

Desa Sukorejo/4 rumah terbakar

Desa Karangpasar/5 rumah terbakar

Tanggungharjo Desa Ringinpitu/8 rumah terbakar
Penawangan

Desa Wolo/1 kios terbakar habis

Desa Pengkol/1 rumah terbakar

Desa Lajer/1 rumah terbakar

Desa Winong/1 rumah terbakar

Desa Watupawon/1 rumah terbakar sebagian

Klambu

Desa Terkesi/1 rumah dan 2 motor terbakar

Desa Taruman/5 rumah terbakar

Godong

Desa Sumberagung/1 rumah terbakar sebagian

Desa Kemloko/2 rumah terbakar

Wirosari

Desa Dapurno/1 rumah terbakar

Desa Kropak/1 rumah terbakar

Desa Kalirejo/1 rumah terbakar

Desa Sambirejo/1 rumah terbakar

Purwodadi

Kel. Kuripan/2 rumah terbakar

Desa Ngembak/1 rumah terbakar sebagian

Desa Karanganyar/1 rumah terbakar

Desa Cingkrong/1 rumah terbakar sebagian

Desa Nambuhan/3 rumah terbakar

Desa Warukaranganyar/2 rumah terbakar

Kel. Kalongan/1 rumah terbakar

Grobogan

Desa Lebak/8 rumah terbakar

Desa Getasrejo/1 rumah terbakar

Geyer

Desa Jambangan/1 rumah terbakar

Desa Suru/1 rumah terbakar

Gabus Desa Pelem/1 rumah terbakar

5

Kekeringan Brati Droping air 6 tangki
Gabus Droping air 250 tangki
Geyer Droping air 194 tangki
Godong Droping air 3 tangki
Grobogan Droping air 340 tangki
Purwodadi Droping air 126 tangki
Karangrayung Droping air 114 tangki
Kedungjati Droping air 24 tangki
Kradenan Droping air 308 tangki
Ngaringan Droping air 76 tangki
Pulokulon Droping air 285 tangki
Penawangan Droping air 18 tangki
Tanggungharjo Droping 3 tangki
Tawangharjo Droping air 114 tangki
Tegowanu Droping air 81 tangki
Toroh Droping air 124 tangki
Wirosari Droping air 125 tangki

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Grobogan Th. 2015

b. Penanggulangan Bencana

Dalam penyelenggaraan penanggulangan dan penanganan bencana di Kabupaten Grobogan dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yang lebih dikenal dengan nama Siklus Bencana, yaitu:

1). Pra Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pra bencana meliputi situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadi bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada situasi tidak terjadi bencana meliputi :

a). Peringatan penanggulangan bencana;

b). Pengurangan resiko bencana;

c). Pencegahan;

d). Pemaduan dalam perencanaan pembangunan;

e). Persyaratan analisis resiko bencana;

f). Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;

g). Pendidikan dan pelatihan;

h). Persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.

Penyelenggaraan bencana pada situasi terdapat potensi terjadi bencana meliputi :

  • Kesiapsiagaan;
  • Peringatan dini;
  • Mitigasi bencana.

2). Saat Bencana/Tahap Tanggap Darurat

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap tanggap darurat meliputi :

  • Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya;
  • Penetapan status keadaan darurat bencana;
  • Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
  • Pemenuhan kebutuhan dasar;
  • Perlindungan terhadap kelompok rentan.

3). Pasca Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi :

  • Rehabilitasi;
  • Rekonstruksi.

2. Status Bencana

Status bencana yang terjadi pada Tahun 2015 bersifat lokal.

                 

3. Sumber dan Jumlah Anggaran

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten Grobogan pada Tahun 2015 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1.251.000.000,- untuk program peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran yang digunakan untuk peningkatan pelayanan penanggulangan bencana kebakaran dan sosialisasi pencegahan bahaya kebakaran. Serta untuk program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam dialokasikan anggaran Rp. 1.549.010.000,-.yang digunakan untuk Operasional TRC, Pelatihan SAR dan Operasional SAR, Rakor Penanggulangan Bencana, Pelatihan manajemen PBA (Gladi manajemen PBA),  Piket Posko SAR, Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat (PRBBM), Bantuan Air Bersih dan Pengadaan Logistik. Sedang untuk Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi dialokasikan anggaran Rp. 700.000.000,- digunakan untuk kegiatan penunjangan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 2014 sebesar Rp. 400.000.000,- dan digunakan untuk Kegiatan perbaikan dengan rekonstruksi tahun 2015 sebesar Rp. 300.000.000,-.

4. Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, maka beberapa langkah yang telah ditempuh antara lain:

  1. Sosialisasi penanggulangan bencana;
  2. Mengoptimalkan peran satgas penanggulangan bencana alam;
  3. Pembangunan talud-talud penahan tanah di wilayah bahaya tanah longsor;
  4. Normalisasi saluran dan perbaikan tanggul-tanggul penahan banjir;
  5. Pembuatan sumur tandon air untuk darurat kebakaran;
  6. Rehabilitasi hutan dan penghijauan lingkungan;
  7. Meningkatkan koordinasi antar instansi, melalui penyelenggaraan Rakor di setiap perubahan musim dan upaya tindakan menyatu dalam antisipasi kemungkinan bencana yang timbul;
  8. Pelatihan penanggulangan bencana alam;
  9. Peningkatan kemampuan masyarakat wilayah rawan bencana melalui simulasi/gladi;
  10. Peningkatan kesiapsiagaan mulai dari kelompok masyarakat sampai pada kelembagaan / organisasi penanganan bencana.

5. Potensi Bencana Yang Diperkirakan Terjadi

Sesuai kondisi dan tekstur tanah yang ada, maka potensi bencana yang mungkin terjadi adalah banjir, tanah longsor, angin topan dan kekeringan. Adapun potensi daerah rawan bencana di Kabupaten Grobogan meliputi :

  • Daerah rawan banjir:  96 desa/kel di 13 kecamatan;
  • Daerah rawan tanah longsor:  18 desa di 8 kecamatan;
  • Daerah rawan kekeringan: 81 desa di 10 kecamatan;
  • Daerah rawan angin topan: 19 kecamatan (semua wilayah berpotensi)