Bencana yang Terjadi dan Penanggulangannya

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2005 tentang Penanganan Bencana di Daerah, Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007 tentang Penyelengggaraan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pemerintah, Keputusan Bupati Grobogan Nomor 260/261/2007 tentang Susunan Anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 122 Tahun 2008 tentang Bantuan Bencana Alam, maka di Kabupaten Grobogan telah dibentuk Badan Penanggulangan Becana Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012.

Bencana yang Terjadi

Jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Grobogan antara lain bencana banjir, angin puting beliung, tanah lonsor, kekeringan dan kebakaran.

Bencana yang terjadi di Kabupaten Grobogan pada tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :

BENCANA YANG TERJADI DI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2016

bencana 1 

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Grobogan Th. 2016

Penanggulangan Bencana

Dalam penyelenggaraan penanggulangan dan penanganan bencana di Kabupaten Grobogan dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yang lebih dikenal dengan nama Siklus Bencana, yaitu:

Pra Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pra bencana meliputi situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadi bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada situasi tidak terjadi bencana meliputi :

  1. Peringatan penanggulangan bencana;
  2. Pengurangan resiko bencana;
  3. Pencegahan;
  4. Pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
  5. Persyaratan analisis resiko bencana;
  6. Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
  7. Pendidikan dan pelatihan;
  8. Persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.
  9. Penyelenggaraan bencana pada situasi terdapat potensi terjadi bencana meliputi :
  10. Kesiapsiagaan;
  11. Peringatan dini;
  12. Mitigasi bencana.

Saat Bencana/Tahap Tanggap Darurat

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap tanggap darurat meliputi :

  1. Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya;
  2. Penetapan status keadaan darurat bencana;
  3. Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
  4. Pemenuhan kebutuhan dasar;
  5. Perlindungan terhadap kelompok rentan.

Pasca Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi :

  1. Rehabilitasi;
  2. Rekonstruksi.

Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, maka beberapa langkah yang telah ditempuh antara lain:

  1. Sosialisasi penanggulangan bencana;
  2. Mengoptimalkan peran satgas penanggulangan bencana alam;
  3. Pembangunan talud-talud penahan tanah di wilayah bahaya tanah longsor;
  4. Normalisasi saluran dan perbaikan tanggul-tanggul penahan banjir;
  5. Pembuatan sumur tandon air untuk darurat kebakaran;
  6. Rehabilitasi hutan dan penghijauan lingkungan;
  7. Meningkatkan koordinasi antar instansi, melalui penyelenggaraan Rakor di setiap perubahan musim dan upaya tindakan menyatu dalam antisipasi kemungkinan bencana yang timbul;
  8. Pelatihan penanggulangan bencana alam;
  9. Peningkatan kemampuan masyarakat wilayah rawan bencana melalui simulasi/gladi; dan
  10. Peningkatan kesiapsiagaan mulai dari kelompok masyarakat sampai pada kelembagaan / organisasi penanganan bencana.